SENI PATUNG

PENGERTIAN SENI PATUNG – Merupakan hasil ekspresi jiwa manusia dengan membuat bentuk visual melalui media tiga dimensi yang bertujuan keindahan. Bentuk seni patung mempunyai berbagai ukuran, dari yang kecil untuk hiasan di atas meja, sampai yang besar. Bentuk terakhir ini kemudian dikenal sebagai monumen. Namun ada juga patung yang dibangun sebagai tanda penghormatan terhadap seseorang, misalnya patung Budha, atau patung Pangeran Diponegoro. Pada umumnya patung dibuat dalam bentuk manusia dan binatang, tetapi ada pula dalam bentuk lain. Pada abad ke-20 para pematung bekerja dengan menggunakan cahaya, ruang, dan alam, yang merupakan perluasan konsep patung tradisional.

Seperti seni lukis, seni patung mula-mula dihasilkan dalam rangka upacara keagamaan. Waktu itu biasanya patung merupakan perwujudan tokoh nenek moyang atau orang berjasa yang disembah oleh masyarakat primitif. Masyarakat primitif percaya kepada alam kehidupan sesudah mati, sehingga bagi mereka yang berjasa dibangunlah suatu bentuk sebagai lambang. Bahan utamanya batu. Perkembangan seni pa-tung dapat dikatakan sebagai rekaman perkembangan kebudayaan manusia. Seni patung menjelaskan jalan kehidupan manusia dan ide jamannya yang ditampilkan dalam bentuk fisik. Misalnya pada jaman Yunani kuno dan Abad Pertengahan orang lebih menyukai patung bentuk manusia. Para pematung modern lebih banyak menguraikan ide dan segi ideal masyarakatnya.

Advertisement

Banyak artis menciptakan patung untuk memuaskan kreativitasnya. Untuk itu mereka membutuhkan komunikasi, ekspresi ide, dan perasaan, sehingga tercipta objek yang indah. Tidak sedikit pematung modern yang tertarik pada bentuk seni patung murni yang dikomunikasikan dalam karya mereka; ada juga yang menampilkannya dalam gaya abstrak atau non-representasional. Mereka umumnya menggunakan bahan baja antikarat, plastik, aluminium, gelas atau bahan industri lainnya. Dengan bahan-bahan tersebut dicobanya untuk mengekspresikan kualitas alam dengan imajinasi dan keaslian.

Pematung juga menggunakan elemen yang digunakan para pelukis, seperti ruang, massa, volume, batas, gerakan, cahaya dan bayangan, tekstur, dan warna. Tetapi dalam seni lukis hanya digunakan dua dimensi, sedangkan pada patung digunakan tiga dimensi. Massa dan volume menunjukkan cara patung menempati suatu ruang. Massa menjelaskan jumlah bagian terpenting, kepadatan, atau berat sebuah bentuk dalam ruang, sedangkan volume menunjukkan jumlah ruang yang ditempati sebuah patung. Batas atau tepi sebuah patung menentukan bentuk patung. Adapun gerakan penampilan patung bermacam-macam ada yang diam (statis) dan ada yang bergerak dalam beberapa cara (dinamik). Bahkan ada karya yang benar-benar bergerak dan disebut kinetik. Bayangan yang dibuat patung tergantung dari cahaya yang jatuh padanya. Karena adanya sifat alami bayangan dan pencahayaan, tekstur patung harus dipertimbangkan apakah dengan permu-kaan halus atau kasar. Pewarnaan membuat patung lebih terang atau lebih gelap dari aslinya, misalnya warna biru memberikan kesan gelap, sedangkan warna kuning memberikan kesan terang.

Jaman Romawi. Perkembangan seni patung Romawi merupakan perkembangan dari seni patung Yunani dan Romawi. Pada jaman ini dibuat banyak relief yang menggambarkan peperangan. Jaman Romawi terkenal dengan seni patung potret, yang juga menampakkan gaya Yunani realistik, terutama patung potret pada awal pemerintahan kekaisaran. Tetapi lama-kelamaan seni patung mulai merosot.

Jaman Abad Pertengahan terdiri atas dua bagian, jaman Romanisme «dan jaman Gotik. Pada jaman Romanisme seni patung ditujukan untuk kepentingan keagamaan, seperti tiang, portal, gereja yang dihiasi patung-patung. Banyak seniman jaman ini membuat patung berdasarkan kepercayaan mereka atas kekuatan gaib dalam agama.

Jaman Gotik menghasilkan banyak patung. Patung jaman ini lebih mengutamakan karakter kejiwaan daripada penampilan bentuk. Patung-patung tersebut umumnya terbuat dari batu dan kayu.

CIRI-CIRI SENI RUPA MURNI

Apakah anda tahu ciri-ciri seni rupa murni? Di Indonesia  ini terdapat banyak jenis seni rupa, sehingga ada yang dinamakan seni rupa murni dan seni rupa terapan. Dalam artikel ini akan khusus membahas mengenai seni rupa murni.
◎Pengertian Seni Rupa Murni◎

Seni rupa murni adalah hasil kesenian yang hanya dinikmati sisi keindahannya saja, bukan merupakan benda pakai yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika yang digunakan sehari-hari disebut seni rupa terapan. Di Indonesia yang memiliki banyak wilayah dengan keseniannya masing-masing, tiap daerah itu pula menghasilkan masing-masing seni rupa murni yang di dalamnya mempunyai sifat tradisional atau kedaerahan.

✩Ciri-ciri seni rupa murni daerah, selain hanya dinikmati keindahannya, juga memiliki ciri khas atau keunikan yang sesuai daerah asalnya. Contohnya seperti seni lukis Sokaraja (Banyumas), patung Asmat (Papua), seni patung keramik (Bantul, Yogyakarta).
●Fungsi Seni Rupa Murni●

Seni rupa murni (fine art) mempunyai fungsi sebagai pemuas batin dikarenakan penciptaannya memang hanya mengutamakan keindahannya saja. Dalam penciptaan seni rupa murni biasanya mempunyai ciri khas seperti corak, gaya, atau tema.

○Tema Seni Rupa Murni○
Pembuatan seni rupa tidak bisa dilepaskan dari tema. Tema merupakan ide, pokok pikiran, atau gagasan utama yang ada dalam seni rupa tersebut. Tema-tema yang ada dalam seni rupa murni adalah sebagai berikut :
a. Hubungan antara Manusia dengan Dirinya
Yang mana di dalam penciptaannya adalah suatu ekspresi yang mengungkapkan citra dan gagasan, seperti menggunakan diri sendiri sebagai suatu objek seni rupa, misalnya lukisan. Contoh : Basuki Abdullah, Vincet Van Gogh, Affandi, S.Sudjono, dan Raden Saleh.
b. Hubungan antara Manusia dengan Manusia Lain
Berupa mengekspresikan kesenian dengan menggunakan orang lain di sekitarnya sebagai objek, misal teman, tetangga, kekasih.
c. Hubungan antara Manusia dengan Alam Sekitarnya
Alam adalah salah satu tema yang kerap diangkat oleh pelukis, seperti pemandangan sawah, gunung, laut, hewan, atau bunga-bunga.
d. Hubungan antara Manusia dengan Benda
Seni rupa yang menggunakan benda sebagai objeknya, benda-benda tersebut dianggap perupa memiliki keunikan. Seperti vas bunga, sepatu, meja kursi, dan lain sebagainya.
e. Hubungan antara Manusia dengan Aktivitasnya
Aktivitas atau kegiatan manusia bisa menjadi ide tersendiri bagi seorang perupa, seperti aktivitas petani di sawah, penari yang sedang menari, dan lain sebagainya.
f. Hubungan antara Manusia dengan Alam Khayal
Wilayah imajinasi adalah wilayah yang ada di pikiran manusia, sehingga banyak juga perupa yang mengkreasikan imajinasi mereka dalam bentuk nyata yang surealis.

Demikian uraian singkat mengenai ciri-ciri seni rupa murni, fungsi seni rupa murni, dan tema seni rupa murni. Semoga bermanfaat.

Seni (Pengertian, Fungsi, Jenis)

A. Pengertian Seni
Seni adalah sebuah karya manusia yang dibuat dengan ide gagasan dan kemauan dari dirinya sendiri yang mempunyai nilai keindahan dan mampu membangkitkan perasaan orang lain. Istilah seni berasal dari kata sanskerta dari kata sani yang diartikan pemujaan, persembahan dan pelayanan yang erat dengan upacara keagamaan yang disebut kesenian. Menurut Padmapusphita dimana seni berasal dari bahasa Belanda genie dalam bahasa latin disebut dengan genius yang artinya kemampuan luar biasa dibawa sejak lahir. Sedangkan menurut Ilmu Eropa bahwa seni berasal dari kata art yang berarti artivisual yaitu suatu media yang melakukan kegiatan tertentu. 

B. Fungsi dan Manfaat Seni

Fungsi dikelompokkan menjadi dua yaitu fungsi individu dan fungsi sosial antara lain sebagai berikut :

 (1) Fungsi Individu

Fungsi individu merupakan suatu fungsi seni yang bermanfaat untuk kebutuhan pribadi individu itu sendiri. Terdapat dua macam fungsi seni untuk individu yaitu sebagai berikut :

a. Fungsi pemenuhan kebutuhan fisik
Pada hakekatnya manusia adalah makhluk homofaber yang memiliki kecakapan untuk apresiasi pada keindahan dan pemakaian benda-benda. Seni terapan memang mengacu kepada pemuasan kebutuhan fisik sehingga segi kenyamanan menjadi suatu hal penting.  

b. Fungsi pemenuhan kebutuhan emosional  
Seorang mempunyai sifat yang beragam dengan manusia lain. Pengalaman hidup seorang sangatlah mempengaruhi sisi emosional atau perasaannya. Sebagai contoh perasaan sedih, lelah, letih, gembira, iba, kasihan, benci, cinta, dll. Manusia dapat merasakan semua itu dikarenakan didalam dirinya terkandung dorongan emosional yang merupakan situasi kejiwaan pada setiap manusia normal. Untuk memenuhi kebutuhan emosional manusia memerlukan dorongan dari luar dirinya yang sifatnya menyenangkan, memuaskan kebutuhan batinnya. Sebagai contoh karena kegiatan dan aktivitas sehari-harinya membuat mengalami kelelahan sehingga memerlukan rekreasi, seperti menonton film dibioskop, hiburan teater, dan musik. Seseorang yang memiliki estetikanya lebih banyak maka ia memiliki kepuasan yang lebih banyak pula. Sedangkan seniman adalah seorang yang mampu mengapresiasikan pengalaman dan perasaannya dalam sebuah karya seni yang diciptakannya. Hal ini juga diyakini olehnya sebagai sarana memuaskan kebutuhan emosional dirinya. 

(2) Fungsi Sosial

Fungsi sosial merupakan suatu fungsi seni yang bermanfaat sebagai pemenuhan kebutuhan sosial suatu individu. Terdapat beberapa macam fungsi seni sebagai fungsi sosial antara lain sebagai berikut :

a. Fungsi Religi/Keagamaan
Karya seni sebagai pesan religi atau keagamaan. Contoh : kaligrafi, busana muslim/muslimah, dan lagu-lagu rohani. seni juga sering digunakan untuk sebuah upacara kelahiran, kematian, pernikahan dsb. contohnya : gamelan dalam upacara Ngaben di Bali (gamelan luwang, angklung dan gambang)

b. Fungsi Pendidikan
Seni sebagai media pendidikan dapat dilihat dalam musik, misalkan  Ansambel karena didalamnya terdapat kerjasama, atau Angklung dan gamelan pun ada nilai pendidikannya karena kesenian tersebut terdapat nilai sosial, kerjasama dan disiplin. karya seni yang sering digunakan untuk pelajaran/pendidikan seperti : gambar ilustrasi buku pelajaran, film ilmiah/dokumenter, poster, lagu anak-anak, alat peraga IPA, dsb.

c. Fungsi Komunikasi
Seni dapat digunakan sebagai alat komunikasi seperti, kritik sosial, gagasan, kebijakan dan memperkenalkan produk kepada masyarakat. bisa dilihat dalam pagelaran wayang kulit, wayang orang dan seni teater ataupun poster, drama komedi dan reklame.

d. Fungsi Rekreasi/Hiburan
Seni yang berfungsi sebagai sarana melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan yang khusus pertunjukan untuk berekspresi ataupun hiburan.

e. Fungsi Artistik
Seni yang berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersial, seperti : musik kontenporer, tari kontenporer, dan seni rupa kontenporer. (seni pertunjukan yang tidak bisa dinikmati pendengar/pengunjung, hanya bisa dinikmati oleh para seniman dan komunitasnya)

f. Fungsi Guna (seni terapan)
Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan kegunaannya, kecuali sebagai media ekspresi (karya seni murni) atau pun dalam proses penciptaan mempertimbangkan aspek kegunaannya, seperti : perlengkapan/peralatan rumah tangga yang berasal dari gerabah ataupun rotan.

g. Fungsi Kesehatan (terapi)
Seni sebagai fungsi untuk kesehatan, seperti pengobatan penderita gangguan physic ataupun medis distimulasi melalui terapi musik (disesuaikan dengan latar belakang pasien). terbukti musik telah terbukti mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme, gangguan psikologis trau

C. Jenis / Macam-macam Seni

Secara umum seni dibedakan menurut indra penserapannya yaitu seni audio, seni visual, dan seni audio-visual.
Seni audio adalah seni yang diserap melalui indra pendengaran. Misalnya : seni musik atau suara, drama radio, puisi di radio dan lain-lain.

★Seni visual adalah seni yang diserap melalui indra penglihatan. Umumnya dikenal dengan sebutan seni rupa.

★Seni audio-visual adalah seni yang sekaligus diserap oleh indra pendengaran dengan indra penglihatan. Misalnya : seni tari, drama/theater, film dan lain-lain.

Disamping itu ada lagi seni lain yang tidak ditekankan pada jenis indra penserapannya yaitu seni sastra. Yang termasuk dalam seni sastra adalah seni yang berbentuk prosa seperti roman, novel, cerpen, dan lain-lain. Dan seni yang berbentuk puisi seperti syair, pantun, gurindam, dan puisi-puisi dalam bentuk bebas lainnya. 

Pengertian,Jenis ,Teater(Drama)Beserta contohnya menurut para ahli


♡ Pengertian Seni Teater (Drama)
Kata Drama berasal dari kata Yunani, draomai yang artinya berbuat, bertindak, bereaksi, dan sebagainya. Jadi kata drama bisa diartikan sebagai suatu perbuatan atau tindakan. Seraca umum, pengertian drama ialah suatu karya sastra yang ditulis dalam suatu bentuk dialog dengan maksud untuk dipertunjukkan oleh aktor. Pementasan naskah drama ini dikenal dengan istilah teater. Dapat dikatakan bahwa drama yang berupa cerita yang diperagakan para pemain di panggung. 

pengertian drama secara umum ialah sebuah cerita yang diperagakan di panggung yang berdasarkan naskah. Pada umumnya, drama memiliki dua arti, yaitu drama dalam arti luas dan drama dalam arti sempit. Dalam arti luas, pengertian drama ialah semua bentuk sebuah tontonan yang mengandung cerita yang dipertunjukkan di depan semua orang banyak. Dalam arti sempit, pengertian drama ialah suatu kisah hidup manusia dalam masyarakat yang diproyeksikan ke atas panggung.
Pengertian Seni Teater (Drama) Menurut Para Ahli

1. Moulton
Menurut Moulton menyatakan bahwa Drama ialah suatu kisah hidup yang dilukiskan dalam bentuk suatu gerakan (life presented in action).

 2. Balthazar Vallhagen

Menurut Balthazar Vallhagen menyatakan bahwa Drama ialah suatu kesenian yang melukiskan sifat dan watak manusia dengan suatu gerakan.

 

3. Ferdinand Brunetierre

Menurut Ferdinand Bruneterre menyatakan bahwa drama harus melahirkan sebuah kehendak dengan suatu action atau gerak.

 4. Budianta, dkk (2002)

Menurut Budianta menyatakan bahwa Drama ialah suatu genre sastra yang dimana penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya suatu percakapan atau dialog diantara para tokoh yang ada.

 5. Tim Matrix Media Literata

Menurut TMML menyatakan bahwa Drama ialah suatu bentuk kisahan yang menggambarkan suatu kehidupan dan watak manusia melalui tingkah laku (akting) yang dipentaskan.

 6. Seni Handayani & Wildan

Menurut Seni Handayani & Wildan Drama ialah suatu bentuk karangan yang berpijak pada dua cabang kesenian, yaitu seni sastra dan seni pentas sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk naskah tertulis dan drama yang dipentaskan.

 7. Anne Civardi

Menurut Anne Civardi menyatakan bahwa Drama ialah suatu kisah yang diceritakan lewat sebuah kata-kata dan gerakan.
Jenis-Jenis Seni Teater (Drama)

1. Teater Boneka
Pertunjukan boneka telah dilakukan sejak Zaman Kuno. Sisa  peninggalannya ditemukan di sebuah makam-makam India Kuno, Mesir, dan Yunani. Boneka sering dipakai untuk menceritakan sebuah legenda atau kisah-kisah yang bersifat religius (keagamaan). Berbagai jenis boneka yang dimainkan dengan cara yang berbeda. Boneka tangan dipakai di tangan sementara pada boneka tongkat  digerakkan dengan tongkat yang dipegang dari bawah. Marionette atau boneka tali, digerakkan dengan cara menggerakkan sebuah kayu silang tempat tali boneka diikatkan. contoh teater boneka yang cukup populer ialah sebuah pertujukan wayang kulit.

2. Drama Musikal
Drama musikal ialah suatu pertunjukan teater yang menggabungkan seni tari, musik, dan seni peran. Drama musikal lebih sering mengedepankan tiga unsur tersebut dibandingkan dengan dialog para pemainnya. Kualitas pemainnya tidak hanya dinilai pada suatu penghayatan karakter melalui untaian kalimat yang diucapkan tetapi juga melalui suatu keharmonisan lagu dan gerak tari. Disebut dengan drama musikal karena dalam suatu pertunjukannya yang menjadi latar belakangnya ialah sebuah kombinasi antara gerak tari, alunan musik, dan tata pentas. Drama musikal yang cukup tersohor ialah drama kabaret dan opera. Perbedaan keduanya terletak pada sebuah jenis musik yang digunakan. Dalam opera, dialog para tokoh dinyanyikan dengan sebuah iringan musik orkestra dan lagu yang dinyanyikan disebut seriosa. Sedangkan dalam drama musikal kabaret, jenis musik dan lagu yang dinyanyikan bebas dan biasa saja.

3. Teater Dramatik
Istilah dramatik digunakan untuk menyebut sebuah pertunjukan teater yang berdasarkan pada sebuah dramatika lakon yang dipent

SENI MUSIK

seni-musik4

Seni musik adalah suatu cabang seni yang menggunakan musik sebagai sarana untuk mengungkapkan ekspresi pembuatnya. Sedangkan musik adalah seni yang menggunakan suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama. Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali. Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif, dan menumbuhkan jiwa patriotisme.

1.Pengertian Seni Musik

Seni adalah kemampuan membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan oleh gagasan tertentu. Sedangkan musik adalah suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan. Jadi, bisa disimpulkan bahwa seni musik adalah sarana ekspresi seorang seniman yang menggunakan suara yang disusun sedemikian rupa baik dengan menggunakan alat musik maupun suara vokal.

Etimologi kata “musik” berasal dari bahasa Inggris music. Sedangkan kata “music” berasal dari bahasa Yunani mousikê. Kata tersebut digunakan untuk merujuk kepada semua seni yang dipimpin oleh Muses. Namun, kebanyakan seni yang dipimpin oleh Muses berupa seni musik dan puisi. Kemudian di Roma, kata ars musica digunakan untuk mengistilahkan puisi yang menggunakan instrumen musik.

  2.Sejarah Seni Musik

Musik sudah ada sejak zaman dimana manusia pertama kali hadir. Perkembangan seni musik       sangat pesat dikarenakan banyaknya penemuan-penemuan baru terutama di bidang kebudayaan. Hal ini membuat sejarah seni musik harus dibagi menjadi beberapa zaman untuk mempermudah mengetahui perkembangan seni musik. Sejarah seni musik dapat dibagi menjadi enam zaman. Yaitu zaman prasejarah, abad pertengahan, zaman Barok dan Rokoko, zaman klasik, zaman romantik, dan zaman modern.

2.1. Musik Zaman Prasejarah

Musik sudah dikenal sejak kehadiran manusia Homo sapiens yaitu sekitar 180.000 hingga 100.000 tahun yang lalu. Tidak ada yang mengetahui siapa manusia yang pertama kali mengenal seni musik. Alat musik yang tertua adalah flute yang dibuat dari tulang yang telah dilubangi. Biasanya berasal dari tulang paha beruang. Flute tersebut diduga dibuat pada 40.000 tahun yang lalu. Koleksi alat musik zaman purba paling banyak ditemukan di Cina yang berasal dari tahun 7000 sampai 6600 sebelum masehi. Prasasti yang berisi lagu Hurrian yang bertanggal 1400 SM merupakan notasi musik tertua yang pernah dicatat.

2.2. Musik Abad Pertengahan

Pada abad pertengahan (476-1572 M) seni musik kebanyakan digunakan untuk kepentingan kegiatan agama Kristen. Namun, setelah adanya berbagai penemuan-penemuan baru dalam segala bidang, fungsi musik juga berkembang tidak hanya untuk kegiatan agama. Pada zaman renaisance (1500-1600) muncul musik percintaan dan keperwiraan. Pada zaman ini musik Gereja mengalami kemunduran. Alat musik piano dan organ juga ditemukan pada zaman ini. Komposer yang hidup pada zaman ini adalah Léonin, Pérotin, dan Guillaume de Machaut.

2.3. Musik Zaman Barok dan Rokoko

Pada zaman Barok dan Rokoko (1600-1750) penggunaan ornamentik (hiasan musik) makin marah. Namun, pada musik Barok penggunaannya dilakukan secara spontan sedangkan pada musik Rokoko penggunaannya dicatat dan diatur. Tokoh seni musik terkenal pada zaman ini adalah Johan Sebastian Bach. Beliau adalah pencipta musik koral untuk khotbah Gereja dan pencipta lagu-lagu instrumental. Sayangnya pada akhir masa hidupnya Sebastian Bach buta dan meninggal di Leipzig.

2.4. Musik Zaman Klasik

Setelah zaman Barok dan Rokoko berakhir, zaman klasik (1750-1820) muncul. Pada zaman ini, penggunaan dinamika menjadi semakin lembut, perubahan tempo dengan accelerando (semakin cepat) dan ritarteando (semakin lembut), dan pemakaian ornamentik dibatasi. Komposer terkenal di zaman klasik adalah Johann Christian Bach, Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Ludwig van Beethoven.

2.5. Musik Zaman Romantik

Musik pada zaman romantik (1810-1900) sangat mementingkan perasaan yang subjektif. Musik mulai digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Maka dari itu, penggunaan dinamika dan tempo makin banyak dipakai. Opera dan balet berkembang pada zaman ini. Komposer yang terkenal pada zaman ini adalah Ludwig van Beethoven dan Franz Schubert. Pada akhir zaman romantik, orkestra berkembangan sangat dramatis dan menjadi budaya kaum urban. Tumbuh juga aneka keragaman teater musik yang baru seperti operet, musik komedi, dan berbagai bentuk teater musikal lainnya.

2.6. Musik Zaman Modern

Pada abad ke-20, penemuan radio menjadi cara baru untuk mendengarkan musik. Musik pada zaman modern lebih berfokus pada ritme, gaya, dan suara. Namun musik pada zaman ini tidak mengakui adanya hukum dan peraturan. Penemuan perekam suara dan alat untuk mengedit musik memberikan genre baru pada musik klasik. Dengan demikian, orang-orang semakin bebas mengungkapkan ekspresinya lewat musik.

3. Pertunjukan Seni Musik

Pertunjukan seni musik adalah pengungkapan ekspresi secara fisik pada musik. Biasanya, setiap pertunjukan seni musik akan disiapkan dengan terstruktur dan terencana. Namun, kerap kali setiap pertunjukan dimulai, rencana dapat berubah. Karena sebuah pertunjukan dapat diimprovisasikan. Musisi akan sesekali menambahkan improvisasi untuk membuat pertunjukan yang unik dan menarik.

3.1. Budaya Pertunjukan Seni Musik

Banyak budaya yang berisi tradisi kuat dalam pertunjukan maupun solo, seperti pada musik klasik India dan tradisi seni musik barat. Pada budaya lain, seperti di Bali, terdapat tradisi pertunjukan berkelompok yang kuat. Pertunjukan dapat berupa pemain solo yang menggunakan improvisasi untuk kesenangan pribadi sampai yang sangat terencana dan teratur seperti pada musik klasik modern, upacara keagamaan, festival musik, atau kompetisi musik.

3.2. Bentuk Pertunjukan Seni Musik

Pertunjukan seni musik memiliki beberapa bentuk atau cara penyajiannya. Ada yang disajikan oleh seorang musisi, dengan beberapa musisi, orkestra yang dihadiri banyak orang, dan penyajian dengan musik elektrik. Semua pertunjukan seni musik dilakukan dengan sangat formal. Penonton diharapkan untuk tenang dan tidak ribut. Namun, banyak penyajian musik elektrik yang dilakukan secara tidak formal. Seperti pada konser-konser di ruang publik dimana penonton bebas teriak, menari, atau ikut menyanyi.

3.3. Persiapan Pertunjukan Seni Musik

Sebuah pertunjukan seni musik terutama yang akan dipertontonkan oleh orang banyak, harus dilaksanakan dengan baik dan sempurna. Ada beberapa rangkaian kegiatan yang terorganisasi untuk mempersiapkan sebuah pertunjukan seni musik. Hal yang harus diperhatikan adalah kemampuan teknis, kemampuan berkomunikasi dengan penonton (secara verbal maupun dengan musik), cara bersikap saat tampil, mengatasi rasa gugup ketika tampil, dll. Hal ini tentu membutuhkan latihan secara tekun.

4. Pendidikan Seni Musik

Pendidikan seni musik bertujuan untuk memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berekspresi, berapresiasi, berkreasi, membentuk harmoni, dan menciptakan keindahan. Dengan demikian, mereka dapat membekali diri dengan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dapat mereka gunakan untuk membantu memecahkan permasalah hidup sehari-hari. Pendidikan seni musik juga dapat mengembangkan kepribadiannya.

4.1. Pendidikan Seni Musik dan Sikap Toleransi

Pendidikan seni musik diharapkan mampu memfasilitasi dan mengakomodir keberagaman masing-masing individu peserta didik maupun keragaman budaya masing-masing daerah, serta budaya nasional dalam rangka menyikapi arus globalisasi. Pendidik dapat membentuk kelompok dalam performan terhadap lagu daerah, sehingga akan membantu peserta didik untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan menumbuhkan sikap toleransi sesama mereka. Strategi ini dapat memberikan pengalaman dan kesadaran, serta kepedulian peserta didik akan keberagaman kultur, dan akhirnya akan mengurangi prasangka terhadap etnis sesama peserta didik atau etnis kelompok lain. Sehingga dengan pengurangan prasangka justru akan menumbuhkan sikap terbuka dan terjalinnya kerjasama, serta iklim kultur yang positif.

4.2. Pendidikan Seni Musik untuk Mengembangkan Kreativitas

Pendidikan seni musik dapat merangsang peserta didik untuk berkreativitas. Yaitu kreatif dalam berkreasi dengan berbagai alat musik atau suara vokal yang dimiliki. Aktivitas-aktivitas demikian tidak hanya membentuk kreativitas di bidang seni musik saja, tetapi dapat mengembangkan pola pikir kreatif yang sangat berguna untuk menjalani hidup di masa depan.

5. Macam-Macam Seni Musik

Banyak cara yang dapat digunakan oleh musisi untuk mengungkapkan ekspresinya lewat musik. Terlebih lagi dengan kebebasan seni musik dan perkembangan teknologi di zaman modern ini. Hal ini menciptakan aliran/genre dalam seni musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun terkadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia. Genre musik yang populer saat ini adalah:

  1. Blues

  2. Country

  3. K-pop

  4. Pop

  5. Dangdut

  6. Electronic

  7. Easy listening

  8. Hip hop

  9. JazZ

  10. R&B
  11. Rock
  12. Reggae